Itachi Jarod 04

Go,…

Kabupaten Tolitoli

Posted by JackQ on March 8, 2008


Tolitoli berjarak sekitar 439 Km dari Palu, bila ditempuh melalui udara dengan cesna (Merpati) dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 25 menit, dengan jadwal penerbangan Mutiara Palu – Lalos Tolitoli dua kali seminggu. Kondisi Kabupaten Tolitoli secara topografis adalah: datar, berbukit, dan pegunungan, 47 persen wilayahnya berada di ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut (dpl) dan tersebar di seluruh kecamatan.

Selain jalur darat dan udara, berkunjung ke Tolitoli bisa menggunakan kapal Pelni melalui pelabuhan Pantoloan. Pantoloan dapat ditempuh dari Palu sekitar 30 menit, dengan jarak tempuh kurang lebih 22 Km. Jika menggunakan angkutan umum, cukup dengan ongkos 5.000 Rupiah saja. Kapal Pelni berangkat pada jam 7 pagi dan sampai di pelabuhan Tolitoli sekitar jam 4 sore, atau setelah menempuh perjalanan laut sekitar 9 jam.

Bagi Anda yang ingin melihat pemandangan laut dan daratan/pegunungan disepanjang rute ke Tolitoli, disarankan untuk menggunakan kapal Pelni yang berangkat setiap hari Sabtu, karena kapal ini berangkat dari pagi sampai sore hari, sehingga banyak pemandangan laut atau daratan yang bisa dilihat. Kapal swasta yang lebih kecil berangkat pada jam 7 malam dan tiba di Tolitoli pada pagi hari, sehingga pemandangan laut dan daratan susah terlihat dengan baik.

Selepas pelabuhan Pantoloan, akan bisa dilihat pemandangan Teluk Palu disisi kiri dan kanan kapal, dengan pegunungan Gawalise menjulang di samping kiri teluk Palu. Sekitar 15 menit meninggalkan Pantoloan, kapal akan masuk di ujung teluk Palu yang bebatasan dengan laut lepas, dari sini akan tampak dengan jelas Kantor Bupati Kabupaten Donggala dan kota Donggala secara keseluruhan. Bagi anda yang menggunakan teleskop akan dapat melihat lebih detail Object Wisata Pantai Tanjung dilihat dari laut.

Kapal Pelni yang masuk ke Tolitoli adalah Dobonsolo dan Umsini yang berangkat dari Palu pada hari Sabtu pagi bergantian, diluar jadwal Pelni akan dilayani oleh kapal swasta yang berangkat dari Pelabuhan Wani, seperti KM. Getsemani, Elizabeth dan Nathania dengan jadwal bergantian satu kapal berangkat setiap harinya. Kapal swasta ini berangkat dari Palu pada jam 7 malam dan sampai ke tujuan sekitar jam 5 pagi. Penumpang yang hendak menggunakan kapal swasta yang berangkat dari pelabuhan Wani harus berangkat dari Palu lebih awal, karena jarak ke Palabuhan Wani lebih jauh dari pada ke Pelabuhan Pantoloan. Sangat disarankan jam 5 sore sudah berangkat dari Palui, apalagi kalau menggunakan angkutan umum yang biasanya butuh waktu lebih lama daripada mobil pribadi. Tiket rata-rata menggunakan kapal swasta adalah Rp. 90.000,-

Jika beruntung, penumpang yang berada di dek luar kapal akan bisa menyaksikan ikan lumba-lumba yang berlompatan di sisi kapal. Tidak bisa dipastikan lokasi tepat keberadaan ikan lumba2 ini, tapi disetiap perjalanan kapal dari Palu – Tolitoli atau sebaliknya pasti akan menjumpai kawanan ikan lumba2 ini.

Setelah kurang lebih 9 jam berlayar, kapal sudah mendekati dermaga Tolitoli, dari kejahuan sudah tampak tiang Mercusuar yang terletak di Pulau Lutungan, juga tower BTS telepon seluler. Dilihat dari lautan, Kota Tolitoli tampak kecil, berada di tepi pantai dengan pegunungan cengkeh mengelilinginya, yang merupakan komoditas andalan dari Tolitoli. Semakin rapat kapal ke dermaga, banyak anak kecil berlompatan ke air berharap lemparan uang koin dari para penumpang yang ada diatas kapal. Atraksi ini cukup menghibur sambil menunggu sata-saat sebelum tangga kapal diturunkan.

Setelah memasuki kota, kita akan dapat melihat pegunungan dengan tanaman cengkeh membelakangi kota. Selain cengkeh sebagai komoditas utama, hasil perkebunan dari Tolitoli adalah; kakao, lada, pala, kopi, kelapa, jambu mete, kapok dan vanili.

Selain hasil kebun, Tolitoli juga memiliki potensi laut yang menjanjikan. Potensi kelautan di Tolitoli belum di kelola dengan maksimal. Nelayan masih menggunakan cara tangkap ikan yang masih tergolong sederhana dengan kapal-kapal motor yang relatif kecil.

Untuk menarik uang tunai, di dalam Kota Tolitoli sudah terdapat beberapa ATM yaitu dari Bank BNI, Mandiri, Danamon dan BRI. Kawasan niaga dan pasar masih terdapat di dalam kota, termasuk terminal buss antar kota dan antar propinsi. Secara menyeluruh, beberapa fasilitas penunjang kota Tolitoli cukup berdekatan dan mudah terjangkau. Pelabuhan hanya berjarak 3 Km dari kota, sedangkan lapangan terbang dapat ditempuh dalam waktu 20 menit dari kota. Bandar udara Lalos saat ini hanya mampu didarati pesawat jenis Cesna yang berpenumpang 18 orang.

Dimalam hari kota tampak sunyi dan kurang dengan lampu penerang jalan, hanya di pertokoan saja yang tampak terang benderang dengan bias lampu-lampu pertokoan. Ini dikarenakan kurangnya pasokan energi listrik yang dimiliki Tolitoli, saat ini tenaga listrik diperoleh dari tenaga diesel & masih kurang untuk memenuhi kebutuhan, sehingga pemadaman listrik kadang masih terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: