Itachi Jarod 04

Go,…

Bahaya dari Gereja Setan

Posted by JackQ on March 7, 2008

Berita Dari Gereja Setan (Pengakuan Prince of Michael, Pimpinan Gereja Setan di Indonesia)

  • Awas!

ABG diperalat sebagai ujung tombak gereja setan

  • 4 team gereja setan:
  • The Mou Mou
  • Children Of God
  • Dragon Team
  • Satan Web
  • Manado

Merupakan pusat gereja setan No.2 di dunia, setelah California.

  • Hari-hari khusus mereka:
  • Halloween
  • Solstice
  • Equinox
  • Black sabath

Nama Rina dan Laura. Minggu-minggu terajhir bulan Maret 1999 sempat berkibar di bumi Minahasa. Tepatnya di kota Manado. Rina dan Laura merupakan dua dari sembilan pengikut Gereja Setan yang berhasil dibebaskan dari kuasa setan yang selama ini menguasai hidupnya. Dibebaskannya Rina dan Laura dari pengaruh kuasa gelap, seakan membuka mata para hamba Tuhan di bumi Minahasa khususnya, dan umat Kristiani pada umumnya bahwa ancaman pihak gereja setan bukan sekedar guyon-guyonan. Hal ini terungkap dari pengakuan Rina dan Laura di hadapan para Hamba Tuhan.

“Saya dinobatkan menjadi istri lucifer, di tahun 1996 lewat suatu upacara perkawinan” aku Rina tanpa ragu-ragu. Selanjutnya iapun mengaku bahwa sebagai pasangan suami istri lucifer, mereka sudah melakukan hubungan intim sebagaimana layaknya. “Saya belum memeriksa apakah saya masih gadis. Saya tak berpikir kesitu” lanjut Rina yang nama lengkapnya Rina Harsum Tamanampo.

Lain lagi cerita Laura Gansalangi, yang biasa dipanggil Laura. Ia mengaku mendapat nama panggilan ACE yang jika dibaca menjadi ASE singkatan dari Anak Emas Setan. Menurut kedua gadis ini, kota Manado memang merupakan sasaran utama gereja setan.

The Dragon Team

Berdasarkan pengakuan Rina dan Laura diketahui bahwa struktur organisasi gereja setan (GS) sangat rapi. Di eselon teratas adalah lucifer si biang bala yang harus disembah. Sedangkan di bawahnya adalah Prince of Michael. Kemudian di bawah Prince of Michael terdapat empat tim dengan nama masing-masing: 1. Dragon Team (Tim Naga) dipimpin oleh RYAN, si bule asal kota Pittsburg, AS. Tim ini beranggotakan 12 orang dan termasuk Tim Elit. Tak sembarang orang bisa masuk Tim Naga. Menyusul Tim: The Mou-Mou – Satan Web (Jaringan Setan) dan Children of God.

Masing-masing tim ini beranggotakan 250 anggota. Setiap anggota baru, langsung terdaftar dan namanya dibukukan dengan rapi. Yang menjadi anggota bukan sembarangan orang. Mereka adalah orang pilihan baik dari segi mental maupun intelektual. Dan, sasaran utama mereka ialah ABG alias Anak Baru Gede yang kemudian diperalat sebagai ujung tombak gerakan mereka. Konon, gereja setan memiliki perangkat komputer dengan sistem yang amat canggih dan Data Base mereka mampu menampung 8 milyar data manusia.

Children of God (COG)

Dari keempat Tim di atas, mungkin Tim Children of God (COG) yang pernah membuat heboh umat Kristiani di Indonesia. Sekitar tahun 80an merembes di bumi Indonesia & pengajarannya menjurus keajaran asusila sehingga dikecam bahkan dikutuk pemuka Agama. Akibatnya Jaksa Agung melarang barang2 cetakan COG. Bahkan Dirjen Bimas Protestan menghimbau pimpinan gereja, agar meningkatkan pembinaan warga jemaatnya dengan surat edaran tanggal 13 Maret 1984 no. F/26/930/84. Pendiri COG adalah David Brant Berg di Melrose, Oakland, California. Disebabkan ajaran2 nya menjurus & berbau seks, maka ajarannya cepat menarik para remaja serta anak muda di Indonesia. Dalam waktu yang relatif singkat anggota mereka bertambah banyak. Di Jakarta saja mencapai 5000 orang. Bahkan kota keripik tempe Purwokerto “kecipratan” 200 anggota COG. COG cepat merebak di Indonesia karena kegiatannya meliputi banyak bidang. Antara lain: Bidang Literatur, Musik, Drama, Audio Visual, Kursus Bahasa. Salah satu doktrin / ajaran sesat mereka ialah bahwa Yesus adalah hasil hubungan seks antara Allah dan Maria.

Pelepasan

“Prosesi yang Tegang!” demikian komentar harian Manado Post, ketika anggota tim 11-nya yang melacak kegiatan gereja setan, turut menyaksikan acara pelepasan 3 roh kuasa gelap dari tubuh Laura, yakni raja iblis (lucifer), hyberia (istri lucifer) & prince of michael di gereja GMIM Paulus Jl Sam Ratulangi, Manado tgl 24 Maret lalu. Proses pelepasan Laura dipimpin oleh Ev. Herman Kemala, seorang hamba Tuhan yang dikaruniai talenta serta mempelajari liku2 aliran sesat di AS. Acara pelepasan sendiri diprakarsai oleh Pdt. Billy SPAK. Hadir pula Kakansospol Manado Mayor John Rambing, Sekum GMIM Pdt. Niko Gara S. Th MA, Aparat keamanan dari Polda Manado, & hamba2 Tuhan gereja setempat yang diundang hadir. Saat acara pelepasan dimulai hadirin dipersilahkan untuk menyaksikan tanda2 yang dimiliki oleh gereja setan yang terpatri di tubuh Laura. Antara lain di lengan kanan & kiri berupa angka 666 serta Pentagram, naga leviatan, bunga mawar di dada kanan yang muncul di tubuh Laura. “Aduh, butul kantara skali tu angka 666…” kata seorang hadirin dengan logat Manado, ketika melihat lambang setan 666 dengan wajah pucat. Hadirin seakan tak sabar ingin melihat Ev. Herman segera melepaskan Laura dari tiga sosok roh jahat yang ada dalam dirinya. Sehelai karpet digelar & Laura dipersilahkan duduk sambil bersila di hadapan Ev. Herman. Petugas keamanan, hamba2 Tuhan, Sekum GMIM Pdt. Niko Gara & pimpinan gereja lainnya duduk di barisan depan, agar dapat dengan jelas melihat proses pelepasan kuasa jahat dalam diri Laura. Saat itu, melalui mulut Laura terdengar dengan jelas teriakan, sindiran, permintaan serta rencana besar2an dari tiga sosok roh dalam diri Laura. Bahkan si raja iblis, lucifer, secara langsung menceritakan rencana busuk mereka untuk mengacaukan pengikut umat Kristiani dengan menerapkan apa yang disebut Zaman Baru (New Age Movement). Langkah berikutnya ialah Ev. Herman menyerahkan mic kepada Pdt. Niko Gara untuk berdialog langsung dengan lucifer melalui mulut Laura.

“Aku tak berurusan dengan dia melainkan dengan kamu, Herman!” bentak si Raja Iblis kepada Ev. Herman. Langkah berikutnya, Ev. Herman kemudian melakukan proses pelepasan dengan penumpangan tanngan atas diri Laura, yang menyebabkan gadis itu berkali-kali muntah darah, berteriak histeris sambil mengucapkan kata2 yang sulit dimengerti.

“Herman…Aku tidak berurusan dengan orang ini. Dia bukan tandinganku. Semburan darah yang keluar dari mulut Laura, membuat beberapa hadirin di bagian depan, merasa jijik. Sementara Laura meracau tidak karuan, beberapa pembantu Ev. Herman memegangi tubuh Laura. Proses pelepasan ditandai dengan adanya “tawar-menawar” antara lucifer dengan Ev. Herman. Lucifer berkeras ingin tetap berada dalam diri Laura karena Laura adalah ASE atau Anak Emas Setan. “Ia adalah milikku karena ia adalah mempelaiku & kota Manado adalah ranjangku tempat berbaring!” kata lucifer. Namun, Allah tak mau berkompromi kepada iblis. Lewat hambaNya, Ev. Herman, malam itu, Laura berhasil dipulihkan lagi dari cengkraman raja iblis. Malam itu roh asli Laura, dipanggil kembali ke fisiknya dalam nama Allah Bapa, Allah Anak, & Allah Roh Kudus. Ev. Herman mengajak seluruh hadirin berdoa bersama karena Laura berhasil direbut kembali dari tangan iblis. Puji Tuhan, seru hampir seluruh hadirin yang menyaksikan bagaimana Allah telah mengalahkan si raja iblis.

Mengapa Manado?

Gereja setan tak hanya merasuk & merusak orang Kristen di Manado, tetapi mereka juga merencanakan Manado sebagai pusat gereja setan nomor 2 di dunia setelah California di AS. Hal ini terbukti dari ucapan Prince of michael, bahwa separuh kota Manado sudah dikuasai oleh gereja setan. Lalu, mengapa target mereka justru Manado, kota terbesar di kawasan utara Indonesia yang justru merupakan benteng imat Kristiani yang tangguh? “Di Manado, banyak hamba Tuhan yang menentukan detak nadi aktivitas pelayanan di Indonesia. Kehidupan masyarakatnya dinilai sangat baik, kehidupan rohaninya kuat. Selain itu persekutuan yang sangat tangguh seperti seringnya diadakan KKR. Jadi, kalau Manado yang dinilai sebagai “jantungnya” orang Kristen, sudah hancur, maka dengan sendirinya seluruh kota lainnya di Indonesia akan mudah ditaklukan oleh gereja setan. Banyaknya pengikut Yesus Kristus di sini, juga merupakan dorongan kuat bagi gereja setan untuk menguasai Manado terlebih dulu…” kata Rina, ketika diwawancarai Tim 11 dari Manado Post. Rina, selanjutnya mengatakan untuk memecah belah umat Kristen, anggota gereja setan tak segan2 menyelusup di tempat2 ibadah. Hal ini yang sangat dimanfaatkan oleh anggota gereja setan untuk menyelusup dalm & menarik orang2 yang dinilai memiliki bobot tertentu. “Antara lain, dipilih mereka yang intelektualitasnya tinggi, berkepribadian serta tak mudah terpengaruh” sambung Rina lagi. Gereja setan, yang didirikan oleh Anton Szandor Lavey tanggal 30 April 1967, sebenarnya pertama kali menyelusup ke Indonesia lewat Kalimantan. Tetapi, belakangan mereka berubah pikiran karena prospek kota Manado “lebih cerah” untuk perkembangan gereja setan. Maka di tahun 1991 dimulai oleh sepasang suami istri, gereja setan dideklarasikan pendiriannya di gedung Joeang Manado pada tanggal 31 Oktober, bertepatan dengan acara Halloween.

Cara Mencari Korban

Modus operandi mereka ialah tempat2 ramai seperti pertokoan, mal, atau tempat hiburan Calon korban biasanya ditatap lurus2 matanya biasanya calon korban seakan kena hipnotis. Cara lain ialah dgn berjabatan tangan dgn memakai cincin Pentagram yang tajam, sehingga menimbulkan luka. Darah yang keluar luka akan dipakai untuk mengontrol calon korban dari jarak jauh. Bagi yang sukses “mencari jiwa baru” biasanya akan memperoleh imbalan uang antara Rp.300 sampai Rp.500 ribu. Namun, seandainya ada tugas yang diberikan, gagal, maka ada sanksi berat yang dikenakan. Yakni hukuman mati! Adapun hari2 khusus yang dirayakan antara anggota gereja setan ialah: Halloween. Hari raya ini dirayakan setiap tanggal 31 Oktober. Para pengikut datang dengan berpakaian yang menyeramkan dengan topeng2 aneh.

Puncak acara ialah dengan pelampiasan kepada Yesus Kristus dalam wujud gambarNya, yang diinjak2, sementara di bagian atas ruangan digantung simbol salib patah (broken cross).

Hari Raya kedua, ialah Solstice, yang dirayakan di bulan Desember seminggu sebelum Natal. Mereka menargetkan, sebelum umat Kristiani merayakan Natal, maka pada tanggal 24 Desember malamnya, akan meminta korban. Sehingga dengan begitu, umat Kristiani akan mengalami hari duka. Hari lain ialah Equinox. Dirayakan setiap tanggal 13 Maret & khusus diikuti oleh hanya 13 wanita dalam kelompok yang dinamakan Sisters of the Light, salah satu kelompok jabatan dalam struktur organisasi gereja setan.

Yang terakhir ialah Black Sabath, atau Misa Hitam. Dalam upacara ritual khusus ini biasanya ada tumbal yang harus disediakan yakni korban bayi yang baru berumur 4 minggu. Merebaknya kasus Laura & Rina yang dibebaskan dari kuasa gelap, membuat para hamba Tuhan di Manado memperketat barisan serta waspada selalu untuk menjaga & membina jemaat mereka. Apalagi, bukan hal yang mudah untuk merebut kembali jiwa2 yang sudah dikuasai oleh kuasa gelap. Dan, tak banyak hamba Tuhan yang memiliki talenta seperti Ev. Herman Kemala. Tetapi, apakah pengobatan atau kesembuhan yang dilakukan Ev. Herman Kemala dapat diterima oleh para hamba Tuhan? “Secara logika memang tak bisa dipercaya. Tetapi, Alkitab mengakui adanya roh jahat atau iblis. Jadi, dalam hal ini harus ada pendekatan alkitabiah “aku Pdt. Nico Gara usai “berdialog” dengan si raja iblis kepada Tim 11 dari Manado Post. Hal senada juga dikatakan oleh Pdt. J. Manampiring S.Th, Pdt. Wilder Pattyranie S.Th & ketua jemaat GMIM Paulus Pdt. Ny. Th. Palngiten Lantang. “sulit dipercaya dari kacamata logika, namun ini menyangkut alam roh & alam supernatural yang harus dilihat dari kacamata iman “aku mereka bersama. “Sungguh semakin meneguhkan iman kepercayaan kita bersama. Cara penyembuhan Pak Herman bisa diterima & sesuai dengan teologia Kekristenan, terutama menempatkan Yesus Kristus serta unsur Tri Tunggal, Bapa, Anak Roh Kudus di dalamnya” lanjut mereka lagi. Lalu, bagaimana dengan pandangan Kabag Bintibmas Dit Binmas Polda Sulut, yang juga dijabat oleh Pdt. Pattyraine? “Dilepaskannya Laura, Rina serta rekan2nya tak berarti kita tidak waspada lagi” ucapnya. Nah, umat Kristiani se Indonesia, waspadalah terhadap pengaruh anggota2 gereja setan yang senantiasa mencari korban. Siaap!!!!!!! (Laporan Tim 11 M.Post)

Awas!!!

Utusan gereja setan sudah dikirim ke Jakarta! Kabar di atas bukan main2. Salah satu utusan gereja setan (GS) Manado gagal dalam melaksanakan misinya, yaitu membuat kacau di beberapa gereja di Jakarta. Hal ini terungkap ketika Pdt. S.Bella Gembala Sidang GBI Pemulihan, saat berkhotbah tanggal 28 April 1999 lalu. “Saat seluruh jemaat menyanyi, pemuda itu diam saja. Ketika jemaat bertepuk tangan, dia juga diam saja. Ketika saya tanyakan siapa yang ingin didoakan untuk menerima damai sejahtera Tuhan Yesus, dia angkat tangan. Tapi, cuma separuh terangkat. Saat jemaat maju, dia juga ke depan. Ketika saya dekat kepadanya, tiba2 pemuda itu mengayunkan tinjunya ke arah saya. Namun, Roh Kudus melindungi saya. Saya terhindar & hantamannya mengenai mimbar. Saya doakan dia! Tiba2 dia gelisah & jatuh menggelepar2, muntah2 darah dari dalam mulutnya. Baunya amis. Saya urapi dia dengan minyak urapan! Ketika dia tenang kembali, pemuda itu minta sehelai kertas & sebuah bolpen. Tahukah saudara apa yang dia tulis? “Saya diutus ke Jakarta dari gereja setan Manado, untuk membuat kacau gereja Bethany, Sungai Yordan, Antiokia & Pemulihan!” Beberapa saat kemudian, ia bercerita bagaimana GS menarik calon anggotanya. Sasaran mereka ialah anak muda yang broken home. Kalau berhasil menggaet calon anggota pemuda, diberi upah Rp. 20.000,- Kalau pemudi Rp. 200.000,- Mengapa jauh lebih mahal? Karena kegadisannya bisa dipersembahkan kepada Lucifer!

Dari Pengikut Setan Menjadi Pengikut Tuhan

Flora adalah seorang gadis pendiam yang mendaftar di sekolah lanjutan Advent di Manado Indonesia bagian timur. Flora tidak banyak bicara dengan teman-temannya sesama siswa bahkan dengan guru-gurunya. Jadi tidak ada orang yang banyak tahu tentang dia. Mereka duga dia datang dari keluarga non-Advent, dan karena banyak siswa yang datang dari keluarga non-Advent, jadi tak ada orang terlalu banyak memikirkannya.

Flora membaur di dalam kelas-kelas dan kegiatan-kegiatan sekolah, tetapi tampaknya dia tidak bergairah mengenai agama.

Penyataan yang Mengagetkan

Setelah beberapa bulan sekolah berjalan diadakanlah Pekan Doa 10 hari. Pendeta yang memimpin Pekan Doa itu menggunakan waktu berjam-jam untuk memberi nasihat dan bimbingan rohani kepada para siswa. Pada suatu hari pendeta itu melihat nama Flora tertera di dalam daftar para siswa yang ingin menemuinya. Setelah dia tiba, dia memberikan banyak pertanyaan tentang apa yang diajarkan Alkitab dan gereja. Esoknya dia datang lagi dan memberikan pertanyaan yang lebih banyak. Kemudian pada hari Jumat dia datang lagi ke kantor, kali ini dengan penyataan yang mengejutkan, “Saya datang ke sekolah ini bukan untuk memperoleh pendidikan Kristen, ” katanya memulai. “Saya dikirim ke sini untuk membagikan kepercayaan saya kepada para siswa dan berupaya untuk mempertobatkan mereka kepada agama saya.”

Flora menyatakan bahwa dia dan keluarganya adalah anggota sebuah gereja yang menyembah Setan. Para pemimpin agamanya telah mengutus dia sebagai seorang misionaris rahasia, seorang mata-mata, untuk membawa orang-orang kepada Setan. Tetapi dia perhatikan ada suatu hal yang lain di dalam diri para siswa di sekolah ini, dan dia sadar itulah agama yang mengasingkan mereka. Jadi ganti membagikan imannya kepada para siswa dan guru itu, dia mulai memberikan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang dipercayai orang-orang Advent.

“Sekarang saya sadar bahwa selama dua tahun saya telah menjadi seorang tawanan gereja Setan, tetapi sekarang saya ingin mengikut Yesus,” katanya. Tetapi ketika pendeta bertanya apakah dia bersedia untuk baptisan, dia menggelengkan kepala. “Saya tidak mau dibaptiskan!” sahutnya hampir berteriak. “Dua tahun yang lalu saya diharapkan akan dibaptiskan di sebuah gereja Protestan, tetapi ketika pendeta dan saya masuk ke dalam air, seluruh tubuh kami berdua penyakitan. Ini membuat pendeta takut, dan dia tidak membaptiskan saya. Segera setelah keluar dari air penyakit itu meninggalkan kami. Saya tahu Setanlah yang melakukan ini jadi saya tidak memasuki gereja ini.

“Saya datang ke sekolah ini bukan unuk memperoleh gelar, tetapi mempengaruhi para siswa dan guru untuk memasuki gereja Setan. Tetapi upaya itu tidak berhasil. Ganti mempertobatkan mereka, malah saya yang ditobatkan. Sekarang saya percaya, dan saya ingin mengikut Yesus. Tetapi saya masih takut untuk dibaptiskan. Saya takut kepada Setan.”

Percayailah Dia

Pendeta mendorong semangat Flora. “Engkau tak perlu takut kepada Setan,” katanya. “Setanlah yang takut kepada kita.” Mereka berdoa bersama-sama. Pesan pendeta pada panggilan terakhir agar dengan iman dia tampil ke depan menyerahkan diri kepada Tuhan. Flora meninggalkan kantor pendeta dan kembali ke kelasnya. Tiba-tiba dia menjadi sakit dan memuntahkan darah. Setan coba menakut-nakutinya. Dia kembali ke kantor pendeta di mana pendeta mendoakannya dan muntahnya berhenti.

Ketika panggilan diadakan pada malam itu, beberapa siswa datang ke depan untuk berdiri bagi Kristus. Flora menangis, berdoa, dan bergumul untuk melangkahkan kakinya menuju ke podium.

Pada hari Sabat pagi semua orang di sekolah itu tahu tentang masa lalu Flora yang dikuasai Setan. Setelah acara baptisan tiba, para siswa berbaris di sepanjang tepi kolam renang. Flora ikut dengan mereka, menangis dan gemetar.

Pendeta meyakinkannya bahwa Tuhan akan menemplak Setan dan membawa kemuliaan kepada nama-Nya. Dengan gemetar Flora masuk ke air untuk dibaptiskan.

Ketika mereka keluar dari air, pendeta melihat lengannya. Tidak ada penyakit. Tetapi ketika Flora melihat lengannya, dia kaget dan berteriak, “Pendeta, apa ini?” Dia tunjukkan lengannya dan setiap orang melihat. Ada angka merah yang menyala-nyala dengan nomor 666. Segera pendeta mendoakan Flora, dan dengan iman dia janjikan kepada Flora bahwa tanda itu akan segera hilang. Kemudian pendeta melanjutkan baptisan.

Sesudah acara baptisan, para siswa berkumpul mengelilingi Flora untuk melihat tanda yang di lengannya. Tampaknya tanda itu menyakitkan, tetapi Flora katakan bahwa dia tidak merasa apa-apa. Beberapa jam kemudian tanda itu menghilang.

Pengucilan

Orangtua Flora mengetahui baptisannya. Mereka marah dan memaksanya menarik diri dari sekolah Advent. Kemudian keluarga itu pindah ke kota lain, jauh dari teman-teman Kristennya. Tetapi sebelum pergi dia berjanji kepada guru-gurunya di sekolah, “Jangan berhenti mendoakan saya. Saya akan setia kepada Tuhan. Saya percaya kepada kebenaran ini dan saya tidak mau pergi.”

Orangtua Flora tidak mengizinkannya pergi ke gereja Advent di kota itu dan pendeta Advent tidak boleh mencari tempat untuk Flora di sana. Tetapi kata-katanya terus mengiang di telinga mereka yang mengenal Flora. “Saya datang ke sekolah ini untuk mempertobatkan para guru dan siswa agar menyembah Setan. Tetapi sebaliknya saya sudah ditobatkan untuk menyembah Allah. Saya percaya Allah lebih berkuasa daripada Setan, dan saya ingin mengikut dia sepanjang hidup saya. Tolong, jangan lupa mendoakan saya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: