Itachi Jarod 04

Go,…

Darah Tinggi,…?

Posted by JackQ on February 24, 2008

Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi merupakan satu diantara sekian banyak penyebab gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

Tekanan darah tinggi seringkali tidak memberikan tanda-tanda peringatan kepada kita sehingga bisa menjadi pembunuh diam-diam atau biasa disebut silent killer, kecuali jika kita secara tetap melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke dokter.

Karena itu kepada setiap orang dewasa dianjurkan untuk mengetahui tekanan darahnya sendiri, karena ini menyangkut kesehatannya sendiri.

Jika tekanan darah tidak terkontrol, maka tekanan darah tinggi dapat membebani jantung dan pembuluh darah secara berlebihan sehingga mempercepat penyumbatan pembuluh artery yang disebut artherosclerosis. Ini dapat mengarah kepada serangan jantung, stroke, kegagalan jantung (heart failure) dan kegagalan ginjal (kidney failure).

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu dari tiga faktor penyebab serangan jantung dan juga faktor utama penyebab stroke. Dua penyebab lainnya adalah kolesterol, darah tinggi, dan merokok.

Para dokter dapat menditeksi lebih awal adanya tekanan darah tinggi sehingga ini dapat mempermudah mereka untuk mengobati dan mengatasinya. Ini mungkin dapat menjadi satu alasan mengapa mereka dapat mencegah kematian pada usia muda dari serangan jantung dan stroke pada 25 tahun terakhir.

Dengan tujuan inilah buku kecil ini ditulis, semoga dapat mengurangi jumlah penderita penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Apakah “Tekanan Darah” itu?

Tekanan darah adalah keadaan di mana tekanan yang dikenakan oleh darah pada pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh. Tekanan darah dapat dilihat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya ditunjukkan dengan angka seperti berikut – 120 /80 mmHg. Angka 120 menunjukkan tekanan pada pembuluh arteri ketika jantung berkontraksi. Disebut dengan tekanan sistolik. Angka 80 menunjukkan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi. Disebut dengan tekanan diastolik. Sikap yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah dalam keadaan duduk atau berbaring.

Tekanan pada pembuluh darah arteri disebabkan oleh pemompaan untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh oleh jantung.

Tubuh kita membutuhkan oksigen dan nutrisi. Mereka disalurkan oleh darah melalui jaringan pembuluh darah memasuki sel-sel tubuh kita.

Jantung kita tidak hanya memompa darah secara terus menerus, tetapi juga mengumpulkan kembali darah yang sudah terpakai dari seluruh bagian tubuh kemudian dipompa kembali ke seluruh tubuh kita.

Pembuluh darah yang menyalurkan darah segar ke seluruh tubuh namanya “Arteries”, sedangkan yang membawa darah yang telah terpakai kembali ke jantung namanya “Veins”. Seluruh sistem jantung, pembuluh darah dan darah, lebih dikenal sebagai “Sistem Sirkulasi” darah.

Arteri bersifat kuat dan elastis, sehingga dapat menahan tekanana darah yang dipompa ke dalamnya. Arteri bercabang-cabang sampai pada pembuluh yang sangat halus dan kuat dindingnya, berperan sangat penting di dalam mengatur tekanan darah kita.

Bagaimana Tekanan Darah Diukur?

Naik dan turunnya gelembung tekanan darah seirama dengan pemompaan jantung untuk mengalirkan darah di pembuluh arteri. Tekanan darah memuncak pada saat jantung memompa, ini dinamakan “Systole”, dan menurun sampai pada tekanan terendah yaitu saat jantung tidak memompa (relaxes) ini disebut “Diastole”.

Tekanan darah diukur dengan alat SPHIGMOMANOMETER yang terdiri dari kantong udara yang dililitkan sekeliling bahu atas tangan yang dihubungkan dengan bola pemompa udara dan alat ukur mercury (air raksa) oleh pipa-pipa karet.

Jika bola pemompa dipakai memompa udara memasuki kantong udara, maka kantong udara akan menekan pembuluh darah arteri sehingga menghentikan aliran darah pada arteri. Pada saat udara pada kantong udara dilepas, mercury (air raksa) pada alat pengukur akan turun, dengan menggunakan stetoscope yang diletakkan pada nadi arteri kita dapat memantau adanya suara “Duk” pada saat turunnya tekanan kantong udara menyamai tekanan pada pembuluh darah arteri, berarti mengalirnya kembali darah pada arteri, tekanan darah terbaca pada alat ukur mercury bersamaan dengan suara “Duk” menunjukkan tekanan darah Systolic.

Suara “Duk” pada stetoscope akan terdengar terus sampai pada saat tekanan kantong udara sama dengan tekanan terendah dari arteri (pada saat jantung tidak memompa – relaxes) maka suara “Duk” akan hilang. Pada saat itu tekanan pada alat ukur mercury disebut tekanan darah Diastolic.

Jika tekanan darah Systolic Anda 120 dan tekanan darah Diastolic anda 70 maka dicatatan anda tertulis 120/70.

Sekarang banyak terdapat alat pengukur tekanan darah elektronik yang lebih mudah penggunaannya, tetapi sebaiknya diperiksa ulang mengenai ketepatan pengukurannya dengan Sphygmomanometer Mercury yang sudah diketahui ketepatannya.

Bagaimana Tekanan Darah Bervariasi?

Tekanan darah bervariasi dari waktu ke waktu, yang dipengaruhi oleh bermacam-macam penyebab – posisi tubuh, kondisi pernafasan atau emosi, olahraga dan tidur. Biasanya tekanan darah terendah terjadi saat tidur dan tertinggi jika terangsang (exited), stress atau olahraga. Wajar bila suatu ketika tekanan darah menjadi tinggi dan akan kembali normal setelah beristirahat.

Tekanan darah yang selalu berubah dapat menyulitkan pengukuran yang tepat, sehingga perlu diadakan pengukuran berkali-kali. Berusahalah untuk tenang pada saat tekanan darah sedang diukur. Rasa kuatir dan tidak tenang dapat meningkatkan tekanan darah sesaat, maka pengukuran pada saat ini tidak dapat dijadikan pegangan.

Apakah “Tekanan Darah Tinggi” Itu?

Hipertensi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Yang dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi primer atau esensial yang penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder yang dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, gangguan anak ginjal, dll. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, sementara tekanan darah yang terus menerus tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Oleh karena itu, hipertensi perlu dideteksi dini yaitu dengan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, yang dapat dilakukan pada waktu check-up kesehatan atau saat periksa ke dokter. Biasanya dokter akan mngecek dua kali atau lebih sebelum menentukan anda terkena tekanan darah tinggi atau tidak. Apabila pada kesempatan tersebut tekanan darah anda berada pada 140/90 mmHg atau lebih maka akan didiagnosa sebagai hypertensi (tekanan darah tinggi)

Tekanan darah tinggi (hipertensi) menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal..Tanpa melihat usia atau jenis kelamin ,semua orang bisa terkena penyakit jantung dan biasanya tanpa ada gejala-gejala sebelumnya.

Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik, dimana akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat.

Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Apabila anda dikatakan mendapat darah tinggi atau hipertensi, itu berarti saluran darah anda menjadi sempit dan sesak menyebabkan jantung terpaksa mengepam lebih kuat untuk mengatasi kesempitan itu. Bila ini terjadi, darah akan menekan lebih kuat ke dinding saluran darah untuk bertempat ke salah satu bagian badan. Lama-kelamaan, endapan lemak akan tersangkut dan terkumpul pada dinding sehingga menyebabkan arteri menjadi keras.

Proses ini dikenal sebagai proses aterosklerosis. Jantung sekarang terpaksa berkerja lebih kuat untuk menolak darah melalui arteri-arteri yang sempit dan keras ini. Oleh yang demikian, tekanan darah akan tercatat lebih tinggi atau bersamaan 140 mm hg untuk tekanan sistolik dan lebih tinggi. Atau bersamaan 90 mm Hg untuk tekanan diastolik, walaupun dalam masa rehat. Kadang kala, darah beku terjadi di celah-celah saluran arteri yang sempit ini menyebabkan terjadinya serangan jantung atau strok.

Resiko tertinggi terkena tekanan darah tinggi ada pada mereka yang lanjut usia. Kita tidak dapat menghindari untuk menjadi tua, karena itu tekanan darah tinggi pada usia lanjut perlu mendapat perhatian dan ditangani dengan cara yang tepat.

Hipertensi Maligna adalah hipertensi yang sangat parah,yang apabila tidak diobati akan menimbulkan kematian dalam 3-6 bulan,Hipertensi ini jarang terjadi,hanya 1 dari 200 orang yang menderita hipertensi.

  1. Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya
  2. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis.
    dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.
  3. Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Begitu juga sebaaliknya,tekanan darah rendah disebabakan oleh aktivitas memompa jantung berkurang, arteri mengalami pelebaran, banyak cairan keluar dari sirkulasi. Cara yang paling baik dalam menghindari tekanan darah tinggi adalah dengan mengubah ke arah gaya hidup sehat seperi akif berolahraga, mengatur diet atau pola makan seperti rendah garam, rendah kolesterol dan lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, tidak mengkonsumsi alkohol dan rokok.

Namun apabila anda telah didiagnosa terkena Hypertensi, langkah awal terpenting adalah agar menurunkan tekanan darah anda dengan mengikuti gaya hidup sehat seperti di atas dan mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter.Selain itu dianjurkan juga untuk Melakukan pemeriksaan laboratorium dengan panel evaluasi awal hipertensi atau panel hidup sehat dengan hipertensi.

Tujuan pemeriksaan laboratorium pada pasien hipertensi :

  • Untuk mencari kemungkinan penyebab Hipertensi sekunder.
  • Untuk menilai apakah ada penyulit dan kerusakan organ target.
  • Untuk memperkirakan prognosis.
  • Untuk menentukan adanya faktor-faktor lain yang mempertinggi risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Pemeriksaan laboratorium untuk hipertensi ada 2 macam yaitu :

  • Panel Evaluasi Awal Hipertensi : Pemeriksaan ini dilakukan segera setelah didiagnosis Hipertensi, dan sebelum memulai pengobatan
  • Panel Hidup Sehat dengan Hipertensi : Untuk memantau keberhasilan terapi

Bagaimana Tekanan Darah Tinggi Berkembang?

Tekanan darah tergantung pada 2 hal:

  1. Volume darah yang harus dipompa oleh jantung
  2. Kelancaran aliran darah melalui ribuan cabang-cabang pembuluh darah arteri

Otot-otot di dinding pembuluh arteri berperan penting di dalam pengaturan tekanan darah. Pada saat arteri tegang, saluran didalamnya menyempit. Sebaliknya pada saat relax maka salurannya membesar. Semakin sempit salurannya, semakin susah darah melaluinya, sehingga menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Ini seperti tekanan yang timbul bila kita menekan selang air di kebun.

Syaraf, kimia tertentu di dalam tubuh atau hormon di dalam darah, juga mempengaruhi kekuatan dan kecepatan denyut jantung.

Mengapa Tekanan Darah Menjadi Terlalu Tinggi?

Kita belum mengetahui dengan pasti. Dalam keadaan normal, jika ada perubahan pada tekanan darah, syaraf kita mengirim pesan ke otak yang segera mengintruksikan bagian tubuh kita yang berhubungan untuk mengatur tekanan pada tahap aman. Jika tekanan darah berada pada tahap tinggi untuk waktu lama sistem pengaturan juga berada pada tahap tinggi.

Apakah Penyebab Tekanan Darah Tinggi?

Kembali kita belum mengetahui dengan pasti. Mungkin karena volume darah yang dipompa jantung meningkat, yang mengakibatkan bertambahnya volume darah di pembuluh arteri.

Satu dari 20 kasus yang terjadi di rumah sakit, penyebab meningkatnya tekanan darah adalah penyakit ginjal. Obat pencegah kehamilan, steroid, dan obat anti infeksi dapat meningkatkan tekanan darah.

Faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Jika salah satu atau kedua orangtua anda mengidap tekanan darah tinggi, maka anda kemungkinan juga terkena tekanan darah tinggi.

Diet, alkohol, menjaga berat badan dan olahraga ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar.

Apakah Bahayanya Terkena Tekanan Darah Tinggi?

Jantung, otak dan ginjal sanggup menahan tekanan darah tinggi untuk waktu yang cukup lama. Itulah sebabnya mengapa pengidap tekanan darah tinggi umumnya merasa sehat. Tetapi ini tidak berarti tidak membahayakan mereka. Tekanan darah semakin tinggi, semakin berat pula kerja jantung.

Jika tekanan darah tinggi tidak segera diobati, jantung akan menjadi lemah untuk melaksanakan beban tambahan ini yang memungkinkan penyempitan pembuluh darah dan kegagalan jantung dengan gejala-gejala: keletihan, nafas pendek (terengah-engah) dan mungkin juga pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.

Tekanan darah tinggi juga mempercepat penyumbatan pada arteri yang mengarah pada serangan jantung atau stroke, jika arteri yang mengalirkan darah ke jantung atau ke otak tersumbat. Stroke juga dapat terjadi karena melemahnya dinding pembuluh darah di otak karena tekanan darah tinggi.

Di samping merupakan faktor utama penyakit jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi juga menimbulkan kelemahan pada arteri bagian lain tubuh seperti pada mata, ginjal dan kaki, jika dibiarkan berkepanjangan maka bagian tubuh tersebut akan mengalami kerusakan yang serius.

Target kerusakan akibat Hipertensi antara lain:

· Otak : menyebabkan stroke

· Mata : menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan

· Jantung : menyebabkan penyakit jantung koroner (termasuk infark jantung), gagal jantung

· Ginjal : menyebabkan penyakit ginjal kronik, gagal ginjal terminal

Bagaimana Mengetahui Adanya Tekanan Darah Tinggi?

Karena tekanan darah tinggi seringkali tidak memberi tanda peringatan kepada kita, maka dianjurkan supaya anda memeriksa tekanan darah anda secara teratur sedikitnya 2 sampai 5 kali setahun, dan memeriksakannya secara rutin ke dokter. Jika kita pernah mengidap tekanan darah tinggi, dan kini masih tinggi, sebaiknya pemeriksaan tekanan darah lebih sering dilakukan.

Bagaimana Mencegah Tekanan Darah Tinggi?

Satu hal yang terpenting adalah pemeriksaan yang teratur. Patut diketahui bahwa semakin ringan persoalannya, semakin mudah pula untuk menormalkan kembali tekanan darah sebelum menimbulkan masalah lain pada tubuh kita.

ü Mengontrol Tekanan Darah Tinggi

Kebanyakan orang memerlukan obat untuk mengontrol tekanan darah tinggi, tetapi yang lain-lain dapat menurunkan tekanan darah atau mengurangi penggunaan obat dengan mengatur cara hidupnya. Dokter mungkin menyarankan kepada kita untuk mengikuti cara hidup seperti dibawah ini, walaupun anda sudah menggunakan obat.

ü Diet Yang Sehat

Diet yang sehat sangat penting dalam usah mengontrol tekanan darah tinggi dan mengurangi resiko penyakit jantung. Tidak ada peraturan yang terlalu ketat atau obat ajaib. Makanan yang sehat dimulai dan diakhiri dengan keseimbangan dan keragaman. Ini termasuk makanan dengan kadar garam rendah dan minuman alkohol yang sewajarnya ini adalah termasuk cara diet yang sehat.

Langkah pertama yang sangat penting dilakukan adalah menjaga pola makan karena suplai makanan yang masuk ke tubuh sangat memengaruhi naik turunnya tekanan darah seseorang. Diet yang sehat sangat penting dalam usaha mengontrol tekanan darah tinggi dan mengurangi resiko penyakit jantung.

Sebenarnya, tidak ada peraturan yang terlalu ketat dalam menjaga pola makan yang sehat. Pada intinya, makanan yang sehat dimulai dan diakhiri dengan keseimbangan dan keragaman. Ini termasuk makanan dengan kadar garam rendah dan minuman alkohol yang sewajarnya ini adalah termasuk cara diet yang sehat.

ü Kontrol Berat Badan Anda

Mengontrol berat badan anda adalah langkah penting untuk mengurangi resiko terkena darah tinggi. Berat badan yang berlebihan membebani kerja jantung. Jika anda sudah mengidap tekanan darah tinggi, menurunkan berat badan dapat mengontrolnya-bahkan kadang-kadang perawatan dengan obat tidak diperlukan.

Cara terbaik untuk mengontrol berat badan adalah dengan mengurangi makanan yang mengandung lemak dan melakukan olah raga secara teratur. Dapatkan buku resep makanan sehat untuk mengatur diet anda dan keluarga.

ü Garam

Banyak orang makan garam melebihi apa yang dibutuhkan tubuhnya. Garam umumnya terdapat pada makanan yang diproses atau diawetkan. Garam yang berlebihan mempengaruhi tekanan darah. Jika anda mengidap tekanan darah tinggi, jumlah garam yang anda makan dapat mengganggu usaha pengontrolan tekanan darah anda.

Makanlah makanan segar yang tidak mengandung garam atau kurangi makanan yang diawetkan dengan garam.

ü Alkohol

Minuman yang mengandung alkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Jika anda minum tiga gelas atau lebih minuman keras sehari, tekanan darah anda mungkin akan meningkat dan menjadi tekanan darah tinggi. Alkohol dapat mengurangi daya guna obat tekanan darah tinggi yang anda makan. Dianjurkan untuk minum kurang dari dua gelas sehari.

ü Olahraga Teratur dan Aktif Berkegiatan Fisik

Mengidap tekanan darah tinggi bukan berarti anda tak berdaya dalam segala hal. Sebaliknya olah raga harus dijadikan bagian dari kegiatan hidup anda sehari-hari. Tidak perlu olah raga yang berat, cukup dengan jalan, berenang, bersepeda, tenis, golf dan jenis permainan lainnya. Hindari olah raga berat dan menegangkan, seperti bina raga dan angkat berat (angkat besi), yang sebenarnya bahkan dapat meningkatkan tekanan darah pada titik membahayakan, ketika anda melakukannya. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai jenis olah raga yang cocok untuk anda.

Olahraga teratur atau kegiatan fisik yang lain dapat menjaga kestabilan tekanan darah karena peredaran darah akan menjadi lancar. Berdasarkan penelitian, seseorang yang berolahraga secara teratur terbukti dapat menurunkan tekanan darah ke tingkat normal 50 persen lebih besar dibandingkan orang yang jarang melakukan aktivitas tersebut. Satu sesi olahraga rata-rata menurunkan tekanan darah 5 – 7 mmHg.

Pengaruh penurunan tekanan darah ini dapat berlangsung hingga 22 jam setelah berolahraga.

Tidak perlu olah raga yang berat, cukup dengan jalan kaki, berenang, bersepeda, golf, atau dengan kegiatan fisik lainnya. Hindari olah raga berat dan menegangkan karena justru dapat meningkatkan tekanan darah. Lebih bijak jika sebelumnya Anda mengkonsultasikan dengan dokter mengenai jenis olahraga yang cocok untuk Anda.

Olahraga dan aktif berkegiatan fisik juga berperan untuk menurunkan berat badan. Berat badan yang berlebihan membebani kerja jantung sehingga kinerja jantung menjadi tidak optimal dan akhirnya peredaran darah pun tidak lancar. Menurunkan berat badan serta mengontrolnya merupakan cara yang efektif dalam mencegah hipertensi.

ü Perawatan dengan Obat-obatan

Ada begitu banyak jenis obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Jika anda memerlukannya, dokter anda akan menyarankan penggunaannya sesuai kondisi anda, dimulai dengan dosis rendah dan dipantau hasilnya. Jika dianggap perlu akan ditambah dosisnya secara bertahap, sehingga tekanan darah anda dapat terkontrol. Jika dianggap perlu dokter akan menyarankan penggunaan lebih dari satu macam obat untuk mengurangi efek sampingan obat yang digunakan.

Sekali anda memulai menggunakan obat, kemungkinan besar anda akan terus menggunakannya selama hidup anda. Obat tekanan darah tinggi tidak menghilangkan penyakit tetapi mengontrolnya. Obat-obat itu tidak bertahan tinggal di dalam tubuh kita, lebih lama masa penggunaannya lebih baik obat itu bekerja. Anda harus selalu membawa obat dan cara penggunaannya bersama anda.

ü Efek Sampingan

Obat-obatan tekanan darah mungkin mengakibatkan efek sampingan, ini dapat dikurangi dengan menyesuaikan jenis obat dan dosisnya. Laporkan kepada dokter anda jika anda dapatkan efek sampingan disertai keluhan yang timbul. Manfaat dan keefektifan obat tekanan darah jauh melebihi masalah yang timbul karena efek sampingan. Banyak penderita tidak mendapat efek sampingan dan dapat hidup secara normal dengan selalu bekerja sama dengan dokter yang merawatnya.

Pengobatan terhadap efek sampingan ini berbeda-beda setiap orang, adakalanya hal ini tidak dapat dihindari. Jika kita merasa ada yang kurang menyenangkan, dokter anada akan merubah dosis atau menggantikannya dengan obat lain. Anda perlu mengatakan kepada dokter anda jika terasa anda efek sampingan, terutama pada tahap permulaan pada pengobatan, sehingga menemukan pengobatan yang paling seuai bagi anda. Jika anda merasa ada efek sampingan yang sangat menggangu, hentikan penggunaan obatnya dan segera hubungi dokter anda.

ü Tinggalkan Rokok

Dokter anda akan sangat menganjurkan supaya anda meninggalkan rokok. Merokok bukan penyebab tekanan darah tinggi, tetapi dapat membuatnya berbahaya, yang mengarah kepada serangan jantung, stroke, gangrene (pembusukan) kaki dan kerusakan lain-lain. Sekali anda berhenti merokok risiko yang ditimbulkan dapat dihindari secara cepat.

ü Tolonglah Diri Anda Sendiri

Dengan menemui dokter, dokter akan menyarankan anda memeriksa tekanan darah secara teratur, mungkin per minggu atau beberapa kali sebulan. Penting untuk menemui dokter anda, karena tekanan darah dan penggunaan obat selalu dipantau. Dokter mungkin menyarankan anda memantau tekanan darah anda di rumah dengan alat pengukur yang dapat anda beli di apotek.

Makan obat tekanan darah tinggi sesuai petunjuk yang diberikan. Jika anda merasa obat yang diberikan tidak cocok untuk anda, katakan kepada dokter apa yang anda rasakan. Pengobatan terhadap anda dapat diatur sehingga efek sampingan dapat diminimalkan.

Turuti saran medis mengenai diet, olah raga dan merokok. Usahakan dengan tekat yang kuat untuk menurunkan berat badan, mengganti cara makan – ke diet yang sehat, dan olah raga dengan teratur.

Meskipun ini merupakan “Team Effort”, tetapi anda dapat melakukannya melebihi siapapun untuk mengontrol tekanan darah tinggi anda.

ü Perawatan dengan Obat-obatan

Ada begitu banyak jenis obat-obatan untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Namun, penggunaan obat-obatan tersebut harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Dokter akan menyarankan penggunaannya sesuai kondisi, dimulai dengan dosis rendah dan dipantau hasilnya. Jika dianggap perlu akan ditambah dosisnya secara bertahap, sehingga tekanan darah dapat terkontrol.

Namun, sekali memulai menggunakan obat, kemungkinan besar kita akan terus menggunakannya selama hidup. Efek obat-obat itu tidak bertahan lama di dalam tubuh sehingga penggunaannya haruslah secara terus menerus. Itu belum lagi ditambah dengan ancaman efek samping yang mungkin timbul dari obat-obatan tersebut. Perlu diketahui bahwa obat tekanan darah tinggi tidak menghilangkan penyakit tetapi sekedar mengontrolnya.

Tindakan mencegah hipertensi dengan gaya hidup sehat dan olahraga teratur memang merupakan langkah paling tepat dan aman.

Kombinasikan keduanya dengan kehidupan rohani yang lebih baik sehingga kita terhindar dari stres karena tekanan hidup. Konsumsi pula suplemen kesehatan yang mampu menjaga kesehatan tubuh dan jantung Anda.

Apakah itu darah tinggi?

Setiap orang mempunyai tekanan darah. Apabila darah dialirkan melalui arteri, daya tenaga akan terhasil pada dinding dalam saluran darah. Jumlah darah yang dipompa oleh jantung dan daya tahan yang diberikan oleh arteri akan menentukan tekanan darah kita.

Tekanan darah dicatatkan dalam 2 angka. Angka di atas (tekanan darah sistolik) mengukur tekanan apabila jantung memompa darah keluar. Angka yang di bawah pula (tekanan darah diastolik) mengukur tekanan apabila jantung berehat.

Tekanan darah berbeda-beda mengikut masa tertentu dalam sehari dan aktivitas yang kita lakukan. Jantung perlu diperiksa beberapa kali untuk menentukan ukuran tekanan darah tinggi yang tepat.

Dapatkah tekanan darah tinggi diatasi tanpa obat?

Dua dari lima penderita hipertensi (tekanan darah tinggi) ringan dapat menurunkan tekanan darah mereka dengan mengurangi berat badan, mengurangi makan garam dan alkohol, dan olah raga, ini dinamakan metode “tanpa obat” (“non-pharmacological”). Jika anda ingin menggunakan cara ini, anda masih memerlukan bantuan dokter yang memantau setiap perkembangannya. Banyak penderita memerlukan obat untuk menurunkan dan mengotrol tekanand arahnya, sehingga aman dan stabil. Dokter anda pasti akan berusaha sedapatnya menentukan pemakaian obat yang sesuai atau kombinasi obat untuk anda. Meskipun anda harus menggunakan obat, mengubah cara hidup anda seperti yang telah disarankan memungkinkan pengurangan dari dosis obat yang anda gunakan.

Tanda dan gejala :

• Tekanan darah tinggi dikenali sebagi “pembunuh senyap” kerana ia tidak menunjukkan gejala. Darah tingi dapat membawa seseorang kepada masalah yang lebih serius dan kadang kala boleh mengancam nyawa orang itu jika tidak dirawat. Tetapi sebenarnya darah tinggi dapat dijaga dan dapat diurus dengan baik.

• Jadi, bagaimana anda akan tahu yang anda idap adalah tekanan darah tinggi? Cara yang terbaik adalah melakukan pemeriksaan tekanan darah setiap tahun dengan dokter kesehatan untuk berjaga-jaga lebih awal dari masalah ini.

Kenapa kita perlu memahami tekanan darah tinggi?

Kebanyakan orang yang menghidap tekanan darah tinggi tidak tahu menahu mengenai penyakit ini. Anda tidak dapat merasakannya dan kerana itulah darah tinggi sangat berbahaya. Orang yang menghidap tekanan darah tinggi mempunyai risiko yang lebih besar untuk mendapat penyakit-penyakit kardiovaskular dan kerusakan beberapa jenis organ tertentu didalam badan.

Didapati antara 20 hingga 50% dari kematian adalah disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Bahkan, 20% dari orang dewasa di seluruh dunia mengidap masalah ini dan 5% dari anak-anak juga turut terlibat. Di Malaysia, prosentase tekanan darah tinggi adalah sebanyak 24%.

Bagaimanakah tekanan darah diukur?

Dokter akan mengambil tekanan darah anda. Ukurannya perlu dibuat dengan tepat dan ada secara langsung ataupun tidak langsung. Terdapat 3 alat yang biasanya digunakan dan dipakai yaitu:

• Alat sfigmomanometer, seperti menggunakan lajur raksa atau aneroid.

• Alat elektronik yang disahkan.

• Alat tekanan darah ambulatori automatik

Langkah lain yang perlu dipatuhi untuk mendapat ukuran yang tepat adalah :

• Beristirahat selama 5 menit dan duduk dengan santai. Tangan atau lengan hendaklah dibuka dan diletakan pada meja atau permukaan yang rata pada bagian jantung.

• Jangan mengambil minuman yang mengandung kafein atau merokok 30 menit sebelum prosedur ini.

• Jangan melakukan aktivitas atau kerja yang berat sebelum tekanan darah diambil.

Tekanan darah tinggi tidak boleh didiagnoskan dengan hanya mengambil ukuran sekali saja. Hal ini perlu disahkan dalam jangka waktu sebulan. Walau bagaimanapun, jika tedapat faktor-faktor resiko yang lain seperti penyakit organ tertentu atau diabetes, rawatan hendaklah dilakukan tanpa berlengah-lengah.

Kenapa seseorang itu mendapat tekanan darah tinggi?

Anda boleh mendapat tekanan darah tinggi sekiranya anda merupakan seorang lelaki atau seseorang yang mempunyai latar belakang keluarga mengalami serangan jantung atau strok pada usia muda. Faktor lainnya mungkin disebabkan keturunan seperti kecenderungan mengidap darah tinggi atau kegemukan. Bagaimanapun setengah faktor resiko ini merupakan sesuatu yang anda sendiri lakukan sendiri seperti merokok, suka memakan makanan yang berlemak atau berminyak dan tidak berolahraga secukupnya.

Terdapat beberapa faktor yang boleh dijaga dan ada juga faktor yang di luar penjagaan anda. Perhatikan petunjuk yang tercatat di bawah ini dan lakukan untuk menurunkan tekanan darah anda.

Faktor yang anda boleh siasati :

• Berhenti merokok untuk mencegah penyempitan saluran darah anda.

• Senaman boleh membantu menurunkan berat badan dan mengurangkan tekanan darah.

• Memakan makanan rendah lemak dan seimbang, untuk menjaga berat badan.

• Kurangkan pengambilan garam. Natrium boleh meningkatkan tekanan darah. • Kurangkan stress. Tekanan mental atau stres boleh meningkatkan tekanan darah.

Faktor di luar penjagaan anda :

• Umur. Darah tinggi meningkat mengikut umur.

• Keturunan. Resiko mendapat tekanan darah tinggi adalah lebih tinggi.

• Diabetes. Bagaimana diabetes membawa kepada sakit jantung masih belum jelas, tetapi kita tahu bahwa diabetes mencetuskan pembentukan aterosklerosis yang boleh meningkatkan resiko serangan jantung, strok dan mengurangkan peredaran darah ke bagian kaki.

Penyebab hipertensi :

Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :

  1. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak atau belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).
  2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan atau sebagai akibat dari adanya penyakit lain.

Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10% penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder:

  1. Penyakit Ginjal :
    • Stenosis arteri renalis
    • Pielonefritis
    • Glomerulonefritis
    • Tumor-tumor ginjal
    • Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan)
    • Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal)
    • Terapi penyinaran yang mengenai ginjal

  1. Kelainan Hormonal :

o Hiperaldosteronisme

o Sindroma Cushing

o Feokromositoma

  1. Obat-obatan :
  2. Penyebab Lainnya :
    • Koartasio aorta
    • Preeklamsi pada kehamilan
    • Porfiria intermiten akut
    • Keracunan timbal akut.

Pengaturan tekanan darah :

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

· Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya.

· Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan. Inilah yang terjadi pada usia lanjut, dimana dinding arterinya telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi “vasokonstriksi”, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.

· Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Sebaliknya, jika:

* *Aktivitas memompa jantung berkurang;

* *Arteri mengalami pelebaran;

* *Banyak cairan keluar dari sirkulasi.

* Maka tekanan darah akan menurun atau menjadi lebih kecil.

Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis).

Perubahan fungsi ginjal :

Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara:

Jika tekanan darah meningkat, ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air, yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekanan darah ke normal.

Jika tekanan darah menurun, ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air, sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal.

Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin, yang memicu pembentukan hormon angiotensi, yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron.

Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah; karena itu berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa menyebabkan hipertensi.

Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah.

Sistem saraf otonom :

Sistem saraf simpatis merupakan bagian dari sistem saraf otonom, yang untuk sementara waktu akan:

– meningkatkan tekanan darah selama respon fight-or-flight (reaksi fisik tubuh terhadap ancaman dari luar).

– meningkatkan kecepatan dan kekuatan denyut jantung; juga mempersempit sebagian besar arteriola, tetapi memperlebar arteriola di daerah tertentu (misalnya otot rangka, yang memerlukan pasokan darah yang lebih banyak).

– mengurangi pembuangan air dan garam oleh ginjal, sehingga akan meningkatkan volume darah dalam tubuh.

– melepaskan hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin), yang merangsang jantung dan pembuluh darah.

Tekanan Darah Tinggi Berhubungan dengan Hilang Ingatan

Washington (ANTARA News) – Orang tua yang menderita tekanan darah tinggi lebih mungkin untuk mengalami gangguan berpikir dan belajar yang dapat mengarah kepada penyakit hilang ingatan, kata beberapa peneliti Senin.

Tekanan darah tinggi berkaitan dengan salah satu dari dua jenis kerusakan daya ingat ringan, kondisi yang dapat memberi tanda mengenai perkembangan hilang ingatan, tapi bukan jenis yang berhubungan sangat erat dengan penyakit Alzheimer, demikian suatu studi yang disiarkan di jurnal Archives of Neurology.

Orang yang mengalami kerusakan ringan daya ingatan dapat mengalami kesulitan bahasa, ingatan, masa perhatian atau fungsi mental lain yang cukup penting untuk menarik perhatian orang lain dan terdeteksi dalam pemeriksaan.

Penurunan itu tak cukup untuk mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan orang bersangkutan tak memperlihatkan gejala lain hilang ingatan.

Orang tua yang terserang darah tinggi dalam studi itu seringkali memiliki suatu bentuk penurunan ringan daya ingatan yang dapat menjadi pendahuluan bagi gangguan pembuluh darah, bentuk kedua paling umum kehilangan daya ingatan setelah serangan Alzheimer. Gangguan tersebut seringkali berhubungan dengan strke. Tekanan darah tinggi meningkatkan resiko stroke.

Para peneliti itu menelusuri 918 orang di New York, yang rata-rata berusia 76 tahun dan mengalami penurunan ringan kognitif ketika mereka memasuki studi dari 1992 hingga 1994.

Mereka diberi ujian fisik dan kognitif ketika mereka memulai studi tersebut, kemudian diperiksa ulang sekitar setiap 18 bulan. Perkembangan mereka dipantau selama rata-rata 4,5 tahun. Selama masa itu, 334 di antara mereka mengalami penurunan daya ingatan.

Mereka yang menderita tekanan darah tinggi memiliki resiko 40 persen lebih tinggi untuk mengalami penurunan kognitif ringan, dan, terlebih lagi, 70 persen lebih mungkin untuk mengalami bentuk “non-amnestik” yang tak melibatkan gangguan ingatan lebih besar.

Penelitian terdahulu tak membuat kesimpulan mengenai hubungan antara tekanan darah tinggi dan penurunan ringan daya ingatan atau gila, kata mereka.

Sebanyak tiga-perempat orang yang diteliti dan memiliki kondisi seperti sakit jantung koroner, stroke, diabetes atau penyakit lain yang meningkatkan resiko komplikasi sakit jantung juga memiliki tekanan darah tinggi, kata studi tersebut.

Mengendalikan hipertensi

Banyak penderita hipertensi tidak dibekali pengetahuan cukup untuk dapat mengerti dan memakai obat darah tinggi dengan baik. Pertanyaan penderita sering membuktikan hal ini. Misalnya, apakah obat anti-hipertensi (AH) perlu dimakan seumur hidup? Apakah aman bila dimakan terus menerus? Efek sampingan apa yang akan dirasakan?

Pertama perlu disadari bahwa tekanan darah (TD) tinggi tidak selalu dapat dirasakan penderita, walaupun tensinya bisa lebih dari 200 sistolik. Hanya sekitar 20% penderita yang dapat “merasakan” TD-nya meninggi. Fakta kedua, bila TD tinggi dapat diturunkan, maka komplikasi seperti infark jantung (yang kemungkinan berbuntut kematian) dan stroke dapat dikurangkan sekitar 20 – 30%. Selain itu menurunkan TD tinggi dapat menghindarkan kita dari berbagai macam komplikasi terhadap organ, seperti mata dan ginjal.

Dewasa ini tersedia banyak jenis obat hipertensi, yang dapat digolongkan dalam berbagai kelas berdasarkan cara kerjanya. Untuk setiap kelas juga tersedia beberapa obat sejenis dengan sifat-sifat sama namun juga dapat berbeda satu sama lain.

Terdapat lima kelompok utama obat AH, yaitu thiazide, beta-blocker, ACE inhibitor, calcium channel blocker, dan alfa-blocker. Pada 50% dari kasus-kasus ringan dan sedang, salah satu dari kelima jenis obat ini saja biasanya sudah dapat mengontrol. Namun, kasus selebihnya memerlukan pengobatan kombinasi, memakai obat lebih dari satu. Strategi dasarnya, memilih dosis kecil yang efektif untuk menghindari efek sampingan. Hal ini penting karena obat AH, seperti semua obat lain, dapat menimbulkan efek sampingan. Karena sebagian besar hipertensi tidak dapat disembuhkan total, obat harus diberi seumur hidup. Penghentian selama beberapa hari saja akan menaikkan kembali TD.

Bila satu dari lima golongan obat di atas belum berhasil mengontrol dengan baik, maka diperlukan penggantian obat. Ini karena respons tubuh terhadap obat lain dapat berbeda dan siapa tahu, lebih menguntungkan. Setiap golongan obat AH mempunyai manfaat khas terhadap jenis hipertensi yang diderita, sehingga bila satu tidak mempan, yang lain dapat berguna. Misalnya, untuk orang yang suka makan garam (tidak bisa dilarang) dan agak tua, thiazide dosis kecil merupakan pilihan tunggal efektif. Bila hipertensi disertai penyakit jantung koroner maka calcium channel blocker merupakan pilihan terbaik. Bila hipertensi disertai frekuensi denyut jantung cepat, tapi tidak ada penyakit asma, beta-blocker sebaiknya dipilih. Namun dokterlah yang dapat menentukan pilihan ini.

Bila hal di atas belum juga dapat mengontrol TD, maka perlu dilakukan penambahan obat lain sebagai kombinasi. Soalnya, penambahan ini akan lebih bermanfaat daripada meninggikan dosis obat pertama. Hanya saja sebelum melakukannya kita perlu menunggu 2 – 4 minggu untuk melihat apakah obat pertama sudah bekerja optimal. Tidak heran, pengobatan hipertensi yang bandel dapat memerlukan kombinasi 2 – 3 jenis obat AH.

Sampai berapa jauh TD perlu diturunkan? Seseorang dapat dianggap mempunyai TD tinggi bila TD-nya lebih dari 140/90, tidak tergantung usianya. Pengukuran TD harus dilakukan dalam sikap duduk dan setelah istirahat selama 5 – 10 menit. Alat pengukur TD elektronik dapat digunakan, namun perlu dibandingkan dahulu dengan sfigmomanometer air raksa. Pengobatan perlu menurunkan TD secara pelahan hingga di bawah kriteria di atas, atau bila sebelumnya tinggi sekali, paling tidak mendekati 140/90. TD tak boleh diturunkan secara drastis, misalnya dari 250 sistolik ke 120, karena dapat menimbulkan stroke.

Perubahan gaya hidup banyak mempengaruhi proses penurunan TD. Makan terlalu banyak sehingga menimbulkan kegemukan dapat bermuara pada hipertensi. Hidup dengan gaya sibuk pun ikut mempengaruhi TD. Belum lagi kebiasaan merokok, yang juga salah satu pemicu hipertensi.

Efek sampingan yang dirasakan tentu perlu dikomunikasikan ke dokter. Setiap golongan obat AH memiliki profil efek sampingan berbeda. Pusing, berdebar, kaki bengkak, alergi, hidung tersumbat, kencing banyak, ngantuk, dan kadang-kadang batuk yang “ngikil” (ACE-inhibitor) dapat merupakan efek sampingan obat hipertensi. Karena itu, penggunaan obat anti-hipertensi sebaiknya tidak dilakukan atas inisiatif sendiri, melainkan perlu dibahas dengan dokter untuk informasi serta diskusi yang bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: